Sabtu, 22 Oktober 2011

Sistem Peredaran Darah pada Hewan


- Protozoa
Difusi (pada Amoeba) dan vakuola kontraktil (pada Paramaecium).
- Coelenterata dan Platyhelmintbes
Sistem Gastrovaskuler.
- Mollusca dan Arthropods
Sistem Peredaran darah terbuka
- Annelida
Sistem peredaran darah tertutup.
- Pisces
Peredaran darah tunggal, jantung beruang dua.
- Amphibi
Peredaran darah ganda, jantung beruang tiga.
- Reptil
Peredaran darah ganda, jantung beruang empat, sekat antar ruang belum sempurna.

Pada buaya terdapat lubang kecil antar bilik yang disebut foramen panizzae.
- Aves
Peredaran darah ganda, jantung beruang empat, sekat sudah sempurna.

Sistem Sirkulasi pada Hewan

Sistem sirkulasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu :
Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, 

amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan 
salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar
keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.
Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu 
berada di dalam pembuluh.
Misal : Arthropoda
Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran-nya darah 

selalu berada di dalam pembuluh.
Misal : Annelida, Mollusca, Vertebrata.

1. Porifera
Belum memiliki sistem sirkulasi khusus, tubuhnya terdiri atas dua lapisan sel, 

lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit. Koanosit berfungsi
 menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan keseluruh 
tubuh oleh amoebosit.

2. Hydra
Pada dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi sebagai pencerna dan

 juga berfungsi sebagai sirkulasi.

3. Platyhelminthes
Sel mesenkim berrfungsi membantu distribusi makanan yang telah dicernakan. 

Makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut, misal pada Planaria.

4. Annelida
Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari pembuluh darah dorsal, 

pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung, 
misal pada cacing tanah (Pheretima).
Arah aliran darah :
Lengkung aorta -pembuluh ventral - kapiler (seluruh jaringa tubuh) - 

pembuluh dorsal - lengkung aorta (pembuluh jantung).
Oksigen diabsorbsi melalui kulit dan dibawa pembuluh kapiler menuju ke pembuluh dorsal. 

Pertukaran darah terjadi paad kapiler. Darah cacing tanah mengandung 
haemoglobin yang terlarut dalam cairan darahnya.

5. Mollusca
Memiliki sistem peredaran darah tertutup. Jantung pada hewan ini 

sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik)
 serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

6. Arthropoda
Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung disebut jantung pembuluh. 

Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa.
Arah aliran darah :
Bila jantung pembuluh berdenyut maka hemolimfe mengalir melalui arteri ke rongga tubuh
-jaringan tubuh tanpa melalui kapiler -jantung pembuluh melalui ostium.
Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke sel-sel.

 Hemolimfe tidak mengandung haemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen 
dan darah tidak berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem trakea.

7. Pisces
Jantung ikan terdiri :
- 2 ruang : meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik)
- Sinus venosus : yang menerima darah dari vena kardinalis anterior 

dan vena kardinalis posterior.
Arah aliran darah :
Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang. 

Di insang aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler 
(terjadi pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. 
Dari kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler 
seluruh tubuh untuk memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2 . 
Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan
 vena kardinalis posterior.
Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal 

(dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung satu kali).

8. Amphibia
Jantung katak terdiri :
- 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel
- Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh
besar yang akan masuk ke atrium kanan.
Arah aliran darah :
Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri.

 Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. 
Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang 
kaya O2 dan darah yang miskin O2 . Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa 
ke jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2
 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2.
Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda

 (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).

9. Reptilia
Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :
- 2 atrium : - 1 atrium dekster (serambi kanan)
- 1 atrium sinister (serambi kiri)
- 2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan)
- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna.
Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.
Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang 

disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian 
O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan 
dalam jantung sewaktu penyelam di air.

10. Aves
Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :
- 2 atrium : - 1 atrium dekster (serambi kanan)
- 1 atrium sinister (serambi kiri)
- 2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan)
- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna

 sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . 
Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

11. Mamalia
Jantung mamlia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :
- 2 atrium : - 1 atrium dekster (serambi kanan)
- 1 atrium sinister (serambi kiri)
- 2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan)
- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan 

sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . 
Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

SUMBER :
http://kusmandanuunindra4.blogspot.com/2008/10/sistem-peredaran-darah-pada-hewan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar